Rabu, 28 Agustus 2019

Motor Diesel Self Ignition System


Motor bakar diesel biasa disebut juga dengan Mesin diesel (atau mesin pemicu kompresi) adalah motor bakar pembakaran dalam yang menggunakan panas kompresi untuk menciptakan penyalaan dan membakar bahan bakar yang telah diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Mesin ini tidak menggunakan busi seperti mesin bensin atau mesin gas. Mesin ini ditemukan pada tahun 1892 oleh Rudolf Diesel, yang menerima paten pada 23 Februari 1893. Diesel menginginkan sebuah mesin untuk dapat digunakan dengan berbagai macam bahan bakar termasuk debu batu bara. Dia mempertunjukkannya pada Exposition Universelle (Pameran Dunia) tahun 1900 dengan menggunakan minyak kacang (lihat biodiesel). Mesin ini kemudian diperbaiki dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering.Mesin diesel memiliki efisiensi termal terbaik dibandingkan dengan mesin pembakaran dalam maupun pembakaran luar lainnya, karena memiliki rasio kompresi yang sangat tinggi. Mesin diesel kecepatan-rendah (seperti pada mesin kapal) dapat memiliki efisiensi termal lebih dari 50%.
Hasil gambar untuk mesin diesel teknik
Motor diesel/ solar memang kurang popular di Indonesia, mungkin hanya sebagian kalangan yang menggunakan / memilih diesel sebagai penggerak kendaraanya. Hal ini mungkin karena persepsi masyarakat terhdap motor diesel yang kurang baik mulai dari trouble masuk angin, akselerasi yang lebih lambat dari pada mesin bensin, rumit dan mahalnya perbaikan beberapa komponen seperti injection pump dan lain-lain.
Padahal kalau dilihat lebih dalam mesin diesel memiliki banyak kelebihan dibanding mesin bensin seperti :
  •      Torsi yang lebih besar dibanding mesin bensin
  •       Kemampuan dalam menangung/membawa beban lebih besar disbanding mesin bensin
  •       Konsumsi bahan bakar yang lebih irit disbanding mesin bensin dalam kelas yang sama
  •      Efisiensi termal yang lebih besar dari pada mesin bensin
  •       Peluang timbulnya gas buang CO yang lebih rendah dari pada mesin bensin

Self ignition system dimana tak memerlukan system pengapian terpadu seperti mesin bensin. Berdasarkan siklus kerjanya mesin diesel juga terdapat dua jenis yaitu mesin 2 tak dan mesin 4 tak, dan komponen penyusun mesin diesel sama dengan mesin bensin hanya saja terdapat perbedaan pada segi konstruksi dimana diesel lebih kuat karena menangung rasio kompresi yang lebih besar dan terdapat system injeksi tekanan tinggi yang sangat presisi.

SISTEM SELF IGNITION

Self ignition system pada motor diesel terdiri dari beberapa komponen korelasi meciptakan kerja untuk menginjeksikan bahan bakar bertekanan tinggi dari fuel tank ke combustion chamber/ruang bakar. KENAPA HARUS BERTEKANAN TINGGI ? karena untuk mempermudah pengkabutan bahan bakar dan mempercepat reaksi pembakaran dengan udara bertekanan dan bertemperatur tinggi dimana rekasi ini merupakan aksi konversi energy dari kimia (bahan bakar) menjadi mekanik. Komponen self ignition terdiri dari :
Hasil gambar untuk feed pump rotary in diesel engine

Hasil gambar untuk injeksi mesin diesel teknik

Feed Pump  (Low Pressure Pump)
berfungsi mengalirkan/menyalurkan bahan bakar dari fuel tank ke high pressure pump chamber. Rotor pada feed pump digerakan oleh camshaft.

 High Pressure Fuel Pump
Adalah fuel pump dengan tipe piston pump yang berfungsi menyalurkan fuel bertekanan tinggi dari low pressure circuit ke nozzle melalui delivery velve, high pressure pump terdiri dari pump housing, upper spring seat, tappet. Sedangkan komponen pendukung terdiri dari :
  • Governor berfungsi mengatur kecepatan bahan bakar diesel dari tangki ke fuel filter
  •  Saringan kasar berfungsi menyaring bahan bakar dari tangki ke fuel filter
  • Priming Pump berfungsi memumpa bahan bakar dari tangki ke fuel pump pada saat tangki bahan bakar diisi bahan bakar ( habis ) / masuk angin
  • Atometer / Automatic timer berfungsi memajukan bahan bakar pada saat pengapian
  •  Fuel Filter berfungsi menyaring bahan bakar dari saringan kasar yang akan masuk ke injeksi pump dalam keadaan bersih
  • Injeksi pump berfungsi menginjeksikan bahan bakar yang telah ada / mendorong keluar bahan bakar ke injektor melalui pressure pipe
  • Delivery Holder berfungsi penghubung antara pressure pipe dengan pumpa injeksi
  •  Pressure Pipe berfungsi sebagai tempat aliran bahan bakar yang telah diinjeksikan menuju injektor dengan tekanan yang tinggi
  •  Injektor berfungsi sebagai tempat keluarnya bahan bakar yang sudah injeksikan berbentuk kabut
  • Value Delivery berfungsi mencegah agar bahan bakar yang keluar dari pumpa injeksi tidak dapat kembali lagi
  •  Over Flow Pipe berfungsi sebagai saluran kembali bahan bakar yang tidak ikut tersemprotkan.



 Referensi : Wikipedia


                                                                                               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar