Selasa, 03 September 2019

Kepala Silinder Mesin AutoMobil Dan Jenis Ruang Bakar


Cylinder head adalah bagian komponen mesin yang terletak dibagian atas cylinder block. Pada bagian bawah kepala silinder terdapat ruang bakar dan katup. Kepala silinder harus tahan terhadap temp. dan tekanan yang tinggi selama mesin bekerja (terutama mesin diesel). Oleh sebab itu Cylinder head umumnya terbuat dari besi tuang. Dewasa ini banyak mesin yang mengunakan cylinder head dari bahan paduan alumunium sehingga memiliki kemampuan pendinginan yang lebih baik dari pada besi tuang. Pada cylinder head juga dilengkapi water jacket yang dialiri air pendingin yang terhubung langsung dari cylinder block untuk mendinginkan mekanisme katup dan busi.

Mengingat dibagian bawah cylinder head terdapat ruang bakar yang sangat berpengaruh dengan penempatan katup dan busi. Berikut merupakan jenis – jenis ruang bakar :

Ruang bakar model hemispherical (setengah bulat)
Mempunyai permukaan yang kecil disbanding dengan jenis ruang bakar lain yang sama kapasitasnya sehingga panas yang hilang lebih sedikit (efisiensi panasnya tinggi) disbanding dengan model lainya. Dengan memungkinkan efisiensi saat intake dan exhaust lebih tinggi.
Ruang bakr model ini konstruksinya lebih baik tapi ada hal lain yang harus dipenuhi yaitu penempatan mekanisme katup yang lebih rumit.
Hasil gambar untuk ruang bakar hemispherical

Ruang bakar model wedge (baji)
Dengan efisiensi panas yang juga tinggi dan konstruksi katupnya lebih sederhana bila dibandingkan dengan ruang bakar model hemispherical.

Hasil gambar untuk ruang bakar baji

Ruang bakar tipe bathtup (bak mandi)
Dengan kontruksi yang sederhana dan biaya produksinya lebih rendah. Hal ini disebabkan diameter katupnya lebih kecil. Ada hal yang cukup krusial dikorbankan akibat imbas diameter katup yang kecil yaitu saat langkan intake dan exhaust kurang maksimal dibanding model hemispherical.
Hasil gambar untuk ruang bakar bathtub teknik


Ruang bakar model pent roof
Umumnya digunakan pada mesin yang mempunyai jumlah katup masuk atau buang lebih dari dua pada tiap silinder. Disebut model pent roof sebab membentuk segi empat baik tegak maupun mendatar, bila dihubungkan pada titik pusat akan menyerupai bangunan. Model ini memberikan semburan yang baik dan dengan penempatan busi di tengah akan mempercepat laju pembakaran.
Hasil gambar untuk ruang bakar bathtub teknik






Sabtu, 31 Agustus 2019

Komponen Utama Mesin AutoMobil

Komponen Mesin merupakan bagian-bagian utama dari mesin khususnya yang dibahas disini adalah mesin bensin/premium. Dimana komponen utama ini merupakan suatu bentuk rangkaian mesin yang difungsikan sebagai pembuat tenaga.

Adapun yang utama dengan berurutan adalah sebagai berikut :

1. Blok Silinder, merupakan bentuk dasar dari mesin dan pada blok silinder ini  terdapat beberapa buah silinder mesin, pada tiap silinder terdapat sebuah torak/piston yang dipasangkan pada salah satu ujung batang piston, sedangkan ujung piston yang lain berhubungan langsung dengan poros engkol/crank shaft, maka dengan demikian gerak naik turunnya piston dapat menggerakan poros engkol. Sedangkan dibagian atas kepala silinder pada bagian dalamnya berbentuk sebuah ruang bakar dan dilengkapi dengan katup-katup hisap dan buang.

Blok silinder biasanya terbuat dari besi tuang/cor tetapi ada pula yang terbuat dari paduan almunium dengan tujuan untuk mengurangi berat serta menambah panas radiasi. Beberapa silinder disusun pada blok silinder, bagian atasnya ditutup dengan kepala silinder sedangkan bagian bawah blok silinder membentuk ruang engkol untuk penempatan dan pemasangan kelengkapan, seperti dinamo starter (untuk start awal gerak poros engkol, alternator, pompa bensin serta distributor.


2. Silinder, merupakan bagian yang memindahkan tenaga panas ke tenaga mekanik dan untuk tujuan ini piston bergerak naik memadatkan gas. Untuk memperoleh tenaga maksimum ataupun optimum diusahakan tidak terdapat kebocoran-kebocoran pada gas-gas yang dibakar diantara piston dan silinder. Gesekan dan keausan diusahakan seminim mungkin yang diakibatkan oleh gerakan-gerakan meluncur dari piston. Untuk memperkecil hal ini, dinding silinder diperkeras dengan besi tuang/cor, atau dengan diberikan khrom pada dinding-dinding silinder untuk membatasi keausan tadi. Jika dinding silinder telah aus .. maka perbaikan yang dilakukan adalah dengan mengebor kembali dinding silinder dengan bore tune, sehingga silinder ruang menjadi lebih besar maka membutuhkan piston/torak juga lebih besar karena bertambahnya diameter ukuran silinder (berhubungan dengan kecepatan pada saat dragrace, dimana ruang silinder dan piston semakin besar dibutuhkan suplay bahan bakar lebih besar sehingga digunakan karburator minimal 2 barrel atau 4 barrel) Untuk menghindari semakin tipisnya dinding dalam dan dinding luar silinder (ketebalan silinder) maka sebaiknya dinding dalam diberikan pelapis khrom sehingga permanen karena meminimalisasi keausan .. dan piston bisa dipertahankan tidak memerlukan penggantian piston yang lebih besar.


3. Bak engkol (karter), terletak dibawah blok silinder digunakan sebagai penampung oli mesin yang terbuat dari baja press. Pada karter ini juga dilengkapi ventilasi untuk menghubungkan ruang dalam dengan udara luar. Karter dibaut dibawah bak engkol dan diantaranya diberikan gasket (pelapis karet) untuk menghindari kebocoran pada sambungan tersebut sehingga oli mesin tidak bocor merembes keluar.


4. Kepala Silinder, dibaut dengan blok silinder dibagian atas dan diantaranya juga diberikan gasket, terdapat lubang-lubang untuk pemasangan busi dan mekanik katup yang dilengkapi pada mesin. Kepala silinder pada umunya dibuat dari besi tuang campuran almunium untuk membatasi pemuaian. Juga dilengkapi mantel pendingin yang berhubungan denga blok silinder untuk memberikan pendinginan pada katup-katup dan busi-busi.

5. Torak/piston, komponen ini wajib mempunyai sifat tahan terhadap tekanan dan suhu tinggi dan dapat bekerja dengan kecepatan tinggi. Kepala piston umumnya mempunyai permukaan yang datar tetapi ada pula yang cembung atau cekung. Pada bagian atas torak terdapat 2-3 celah untuk pemasangan pegas-pegas piston. Bahan dasar piston adalah campuran besi tuang dan aluminium karena ringan dan mempunyai penghantar panas yang baik. Paduan yang tidak seimbang akan berakibat buruk dimana pada suhu yang sangat tinggi akan membuat piston memuai dan berubah bentuk. 
Oleh sebab itu dijumpai diameter bagian atas torak agak lebih kecil dari bagian bawahnya, dimanadalam keadaan suhu tinggi maka bagian atas dan bawah akan menjadi sama besar.
Antara piston dan dinding harus diberikan kerenggangan tertentu karena adanya pemuaian pada waktu mesin bekerja yang mana disebut renggang piston/torak. Bila terlalu besar maka akan terjadi kebocoran gas yang keluar dan minyak oli mesin akan masuk ke ruang piston dan silinder, sehingga suara piston berisik. Bisa dilihat/dibuktikan jika asap kenalpot (gas buang) terdapat asap putih ... berarti kemungkinan oli mesin ikut terbakar karena terlalu besar keranggangan ini. Bila terlalu kecil akan menimbulkan gesekan yang akan lebih besar sehingga pelumasan tidak sempurna.

Pena piston, berguna untuk menghubungkan piston dengan ujung batang piston, berbentuk pipa untuk mengurangi berat dan pada kedua sisinya disangga oleh bos-bos yang terdapat pada piston. Pegas piston, berguna untuk perapat dan menjaga agar gas-gas tidak keluar selama langkah kompresi dan langkah kerja dalam ruang bakar. Dan juga untuk mengikis oli pelumas dari dinding silinder, mencegah oli masuk ke ruang bakar. Umumnya terbuat dari besi cor khusus dan diberi potongan untuk memudahkan pemasangan ke dalam alur pegas yang terdapat pada piston. Diameternya sedikit lebih besar dari diameter piston, dan setelah terpasang maka kekenyalan pegas piston ini menekan dinding silinder.

6. Conecting Rod, adalah komponen/part yang menghubungkan piston dengan poros engkol/crankshaft dibuat dengan bentuk "I" , terbuat dari baja spesial.

7. Poros engkol/crankshaft, mempunyai tugas penting yaitu mengubah gerakan lurus piston yang berada dalam silinder pada gerak kerja menjadi gerak putar dengan melalui batang-batang piston serta menjaga pergerakan piston dalam lengkah-langkah selanjutnya. Poros engkol terdiri dari pusat putaran dimana pada pena engkol dipasangkan batang piston. Bagian ujung depan poros engkol dibuat sedemikian rupa sehingga memungkinkan pemasangan gigi pengatur (timing gear) yang berfungsi untuk menggerakan sumbu nok dan puli untuk menggerakan pompa air/alternator (waterpump). Sedangkan bagian ujung belakang dipasangkan dengan flens untuk pemasangan roda penerus (roda gila).

8. Roda penerus/flywheel, merupakan piringan yang terbuat dari besi tuang dan dibaut pada ujung belakang poros engkol. Dimana poros engkol hanya mendapatkan tenaga putaran dari langkah kerja saja, agar supaya dapat bekerja pada langkah yang lainnya maka poros engkol harus dapat menyimpan daya putaran yang diperolehnya. Bagian yang menyimpan tenaga putaran ini adalah roda penerus yang juga dilengkapi dengan gigi ring yang dipasangkan di bagian luar untuk perkatian dengan starter pinion.



Sumber : http://baru-belajar-mesin.blogspot.com/2014/11/komponen-utama-mesin.html



Rabu, 28 Agustus 2019

Macam - Macam Alat Ukur Otomotif AutoMobil


Alat Ukur adalah alat yang digunakan untuk mengetahui ukuran dari suatu benda atau sistem, dalam hal ini yang berkaitan dengan pekerjaan bidang otomotif yaitu :
Hasil gambar untuk alat ukur otomotif

Feeler Gauge, Feeler gauge adalah salah satu alat-alat bengkel yang digunakan untuk mengukur ketebalan celah atau kerenggangan kecil di antara dua komponen. Misal untuk mengukur celah katu (valve clearance), celah platina, celah busi dll.
Hasil gambar untuk alat ukur otomotif feeler gauge


Thread Gauge, Thread Gauge yang berfungsi untuk mengidentifikas threat pitch atau jenis ulir pada aut yang tidak diketahui.
Hasil gambar untuk alat ukur otomotif thread gauge


Straight Edge, Straight edge adalah alat-alat bengkel yang berfungsi untuk memeriksa/mengukur kerataan suatu bidang dalam komponen mesin, seperti pada kepala silinder dan blok silinder.
Gambar terkait



Dial Indicator, Dial indicator adalah alat ukur yang berfungsi untuk mengukur tingkat kerataan pada permukaan bidang datar, mengukur kerataan pada permukaan serta kebulatan sebuah poros. Mengukur kerataan pada permukaan dinding.
Hasil gambar untuk alat ukur otomotif dial indicator


Multimeter, Multimeter adalah alat ukur elektrik yang berfungsi untuk mengukur hambatan, tegangan acm tegabgab dc, kapasitor, dan sebagian sudah ada yang dilengkapi untuk mengukur arus listrik.
Hasil gambar untuk alat ukur otomotif multimeter


Jangka Sorong, Jangka sorong adalah alat ukur teknik yang berfungsi untuk mengukur diameter dalam, diameter luar dan kedalaman suatu benda dengan tingkat ketelitian yang presisi dari mulai 0,02, 0,05 dll.
Hasil gambar untuk alat ukur otomotif jangka sorong


Mikrometer, Mikrometer adalah alat ukur teknik yang berfungsi untuk mengukur panjang/diameter luar dan diameter dalam suatu benda dengan tingkat ketelitian yang lebih presisi lagi ketimbang jangka sorong yaitu 0,01 dan 0,02.
Hasil gambar untuk alat ukur otomotif mikrometer

Cylinder Bore Gauge, Sesuai dengan namanya, Cylinder Bore Gauge (CBG) adalah alat ukur yang berfungsi untuk mengukur diameter dalam rangka mengetahui tingkat keausan atau keovalan silinder mesin.
Hasil gambar untuk alat ukur otomotif cylinder bore gauge


Hydrometer, Dalam dunia teknik otomotif, hydrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur berat jenis elektrolit baterai.
Hasil gambar untuk alat ukur otomotif hydrometer


Timing Light, Timing light adalah alat yang berfungsi untuk mengukur/memeriksa saat pengapian suatu mesin/kendaraan. Pada saat menggunakan timing light ada beberapa syarat yang harus terpenuhi, seperti selang vakum di tutup dan pada saat idle.
Gambar terkait


Tachometer & Dwell Tester, Tachometer adalah alat yang berfungsi untuk mengukur/memeriksa putaran mesin (rpm) suatu mobil/kendaraan. Terkadang ada tachometer yang digaungkan dengan dwell tester yang berfungsi untuk mengukur besar kecilnya sudut dwell mesin tersebut.
Hasil gambar untuk alat ukur otomotif tachometer dan dwell


Compression Tester, Compression tester adalah alat pneumatic yang berfungsi untuk mengukur tekanan kompresi suatu mesin. Pengukuran menggunakan compression tester dilakukan satu persatu setiap silindernya, dan alat ini dipasang melalui lubang busi.
Hasil gambar untuk alat ukur otomotif compression tester


Test lamp, Test lamp adalah alat yang digunakan untuk memeriksa adanya arus listrik, ketika satu sisi dihubungkan dengan "massa", kemudian test lamp disentuhkan ke komponen yang mendapatkan arus "positif" maka lampu akan menyala.
Hasil gambar untuk alat ukur otomotif test lamp obeng


Radiator & Cup Tester, Radiator Cup Tester adalah alat ukur pneumatic yang berfungsi untuk memeriksa kerja tutup raditor. Sedangkan radiator tester berfungsi untuk memeriksa kebocoran di sistem pendinging. Kedua-duanya ini biasanya sudah menjadi satu paket.

Hasil gambar untuk alat ukur otomotif radiator cup tester


Diagnosa Tool / Scanner, Adalah alat diagnose / pendeteksi yang berfungsi mengetahui kondisi mesin kendaraan melalui serangkai pengukuran sensor untuk kendaraan yang berteknologi penginjeksian bahan bakar secara elekronik seperti EFI, PGMFI, FI dan lain-lain.
Hasil gambar untuk alat ukur otomotif scanner mobil


Tire Pressure Gauge, berfungsi untuk mengukur tekanan udara di dalam ban kendaraan.
Hasil gambar untuk tire pressure gauge






Dikutip dari berbagai sumber*

Motor Diesel Self Ignition System


Motor bakar diesel biasa disebut juga dengan Mesin diesel (atau mesin pemicu kompresi) adalah motor bakar pembakaran dalam yang menggunakan panas kompresi untuk menciptakan penyalaan dan membakar bahan bakar yang telah diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Mesin ini tidak menggunakan busi seperti mesin bensin atau mesin gas. Mesin ini ditemukan pada tahun 1892 oleh Rudolf Diesel, yang menerima paten pada 23 Februari 1893. Diesel menginginkan sebuah mesin untuk dapat digunakan dengan berbagai macam bahan bakar termasuk debu batu bara. Dia mempertunjukkannya pada Exposition Universelle (Pameran Dunia) tahun 1900 dengan menggunakan minyak kacang (lihat biodiesel). Mesin ini kemudian diperbaiki dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering.Mesin diesel memiliki efisiensi termal terbaik dibandingkan dengan mesin pembakaran dalam maupun pembakaran luar lainnya, karena memiliki rasio kompresi yang sangat tinggi. Mesin diesel kecepatan-rendah (seperti pada mesin kapal) dapat memiliki efisiensi termal lebih dari 50%.
Hasil gambar untuk mesin diesel teknik
Motor diesel/ solar memang kurang popular di Indonesia, mungkin hanya sebagian kalangan yang menggunakan / memilih diesel sebagai penggerak kendaraanya. Hal ini mungkin karena persepsi masyarakat terhdap motor diesel yang kurang baik mulai dari trouble masuk angin, akselerasi yang lebih lambat dari pada mesin bensin, rumit dan mahalnya perbaikan beberapa komponen seperti injection pump dan lain-lain.
Padahal kalau dilihat lebih dalam mesin diesel memiliki banyak kelebihan dibanding mesin bensin seperti :
  •      Torsi yang lebih besar dibanding mesin bensin
  •       Kemampuan dalam menangung/membawa beban lebih besar disbanding mesin bensin
  •       Konsumsi bahan bakar yang lebih irit disbanding mesin bensin dalam kelas yang sama
  •      Efisiensi termal yang lebih besar dari pada mesin bensin
  •       Peluang timbulnya gas buang CO yang lebih rendah dari pada mesin bensin

Self ignition system dimana tak memerlukan system pengapian terpadu seperti mesin bensin. Berdasarkan siklus kerjanya mesin diesel juga terdapat dua jenis yaitu mesin 2 tak dan mesin 4 tak, dan komponen penyusun mesin diesel sama dengan mesin bensin hanya saja terdapat perbedaan pada segi konstruksi dimana diesel lebih kuat karena menangung rasio kompresi yang lebih besar dan terdapat system injeksi tekanan tinggi yang sangat presisi.

SISTEM SELF IGNITION

Self ignition system pada motor diesel terdiri dari beberapa komponen korelasi meciptakan kerja untuk menginjeksikan bahan bakar bertekanan tinggi dari fuel tank ke combustion chamber/ruang bakar. KENAPA HARUS BERTEKANAN TINGGI ? karena untuk mempermudah pengkabutan bahan bakar dan mempercepat reaksi pembakaran dengan udara bertekanan dan bertemperatur tinggi dimana rekasi ini merupakan aksi konversi energy dari kimia (bahan bakar) menjadi mekanik. Komponen self ignition terdiri dari :
Hasil gambar untuk feed pump rotary in diesel engine

Hasil gambar untuk injeksi mesin diesel teknik

Feed Pump  (Low Pressure Pump)
berfungsi mengalirkan/menyalurkan bahan bakar dari fuel tank ke high pressure pump chamber. Rotor pada feed pump digerakan oleh camshaft.

 High Pressure Fuel Pump
Adalah fuel pump dengan tipe piston pump yang berfungsi menyalurkan fuel bertekanan tinggi dari low pressure circuit ke nozzle melalui delivery velve, high pressure pump terdiri dari pump housing, upper spring seat, tappet. Sedangkan komponen pendukung terdiri dari :
  • Governor berfungsi mengatur kecepatan bahan bakar diesel dari tangki ke fuel filter
  •  Saringan kasar berfungsi menyaring bahan bakar dari tangki ke fuel filter
  • Priming Pump berfungsi memumpa bahan bakar dari tangki ke fuel pump pada saat tangki bahan bakar diisi bahan bakar ( habis ) / masuk angin
  • Atometer / Automatic timer berfungsi memajukan bahan bakar pada saat pengapian
  •  Fuel Filter berfungsi menyaring bahan bakar dari saringan kasar yang akan masuk ke injeksi pump dalam keadaan bersih
  • Injeksi pump berfungsi menginjeksikan bahan bakar yang telah ada / mendorong keluar bahan bakar ke injektor melalui pressure pipe
  • Delivery Holder berfungsi penghubung antara pressure pipe dengan pumpa injeksi
  •  Pressure Pipe berfungsi sebagai tempat aliran bahan bakar yang telah diinjeksikan menuju injektor dengan tekanan yang tinggi
  •  Injektor berfungsi sebagai tempat keluarnya bahan bakar yang sudah injeksikan berbentuk kabut
  • Value Delivery berfungsi mencegah agar bahan bakar yang keluar dari pumpa injeksi tidak dapat kembali lagi
  •  Over Flow Pipe berfungsi sebagai saluran kembali bahan bakar yang tidak ikut tersemprotkan.



 Referensi : Wikipedia


                                                                                               

Teknik AutoMobil

Hasil gambar untuk gambar mesin keren

Teknik otomotif adalah salah satu cabang ilmu teknik mesin yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membuat dan mengembangkan alat-alat transportasi darat yang menggunakan mesin, terutama sepeda motor, mobil, bis dan truk. Teknik otomotif menggabungkan elemen-elemen pengetahuan mekanika, listrik, elektronik, keselamatan dan lingkungan serta matematika, fisika, kimia, biologi dan manajemen.


Cabang-cabang dari teknik otomotif meliputi:

Perencanaan (product atau design)
Pengembangan (development)
Produksi (manufacturing)
Perawatan (maintenance)

Di Indonesia saat ini cabang yang sangat berkembang adalah perawatan dan umumnya mengenai perawatan mobil dan sepeda motor. OtoX sendiri terjun dalam bidang AutoMobile Service khususnya perawatan dan perbaikan unit otomotif. Dalam teknik otomotif terbagi dalam beberapa sistem yang mendukung dalam proses kerja pesawat otomotif / unit yaitu :

  1. Mesin adalah pesawat konversi energi yang tersusun dalam rangka kerja sistem secara berkesinambungan. Di Indonesia yang paling banyak dipakai adalam mesin konversi energi kimia yaitu mesin bensin dan mesin diesel, dimana kedua mesin tersebut merubah energi kimia dari bahan bakar menjadi energi mekanik melalui siklus yang berkesinambungan. Mesin terdiri dari beberapa sistem teknik yang menopang kerjanya yaitu : sistem intlet dan exhaust, sistem pengapian, sistem bahan bakar, sistem pelumasan, sistem pendinginan dan lain-lain (untuk kendaraan baru dengan teknologi baru biasanya terdapat tambahan sistem baru)
  2. Kelistrikan Kendaraan adalah sekumpulan sistem kelistrikan dengan berbagai fungsi kerja yang menopang operasi kerja kendaraan baik sebagai fungsi primer maupun fungsi sekunder. kelistrikan kendaraan secara garis besar terdiri dari : sistem penerangan, sistem kelistrikan mesin, sistem kelistrikan kabin, sistem kelistrikan pengisian dan lain-lain (untuk kendaraan baru dengan teknologi baru biasanya terdapat tambahan sistem baru)
  3. Chasis Dan Suspensi adalah sekumpulan sistem yang menopang kendaraan dengan jalan, mulai dari rangka kendaraan yang membentuk kendaraan hingga sistem yang menjaga roda agar tetap menyentuh jalan. juga termasuk sistem kemudi kendaraan dan sistem pengereman kendaraan.
  4. Sistem Pemindah Tenaga, adalah sistem yang berfungsi memindahkan / menyalurkan tenaga yang dihasilkan mesin ke bagian penggerak akhir hingga roda agar kendaraan dapat bergerak.

Perbedaan mendasar antara kendaraan diesel dengan gasoline/bensin adalah jenis operasi bahan bakar yang dipakai, konstruksi, sistem pengapian dan tujuan operasi dari setiap unit (akan dibahas dilain waktu)





Sumber : Wikipedia

Selasa, 27 Agustus 2019

Mesin Gasoline


Mesin bensin / gasoline atau mesin Otto dari Nikolaus Otto adalah sebuah tipe mesin pembakaran dalam yang menggunakan nyala busi untuk proses pembakaran, dirancang untuk menggunakan bahan bakar bensin atau yang sejenis.  Mesin bensin memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1.           Konstruksi yang lebih ringan dari pada mesin diesel
  2.          Menggunakan komponen busi sebagai system penyalaan
  3.        Digunakan untuk kendaraan kecil hingga menengah
  4.           Output torsi yang lebih kecil dari pada mesin diesel
  5.          RPM output mesin lebih tinggi dari pada mesin diesel

  •  PRINSIP KERJA MESIN BENSIN
Mesin otomotif sendiri terbagi menjadi dua berdasarkan prinsip kerjanya, yaitu mesin dua langkah dan mesin empat langkah. Yang membedakan tentu proses kerjanya dimana mesin dua langkah membutuhkan dua langkah kerja untuk menghasilkan tenaga dalam satu siklus kerja sedangkan mesin empat langkah membutuhkan empat langkah untuk menghasilkan tenaga dalam satu siklus kerja. Mesin bensin terdapat dua jenis yaitu mesin dua tak/langkah dan mesin empat langkah. Mesin dua langkah sendiri merupakan mesin generasi awal dimana membutuhkan pelumas tambahan dalam proses kerja dan sudah sangat jarang digunakan atau hanya digunakan dalam perhelatan kompetisi saja. Mesin empat langkah merupakan mesin generasi penerus dari dua langkah dimana sudah tidak lagi membutuhkan pelumas tambahan dalam siklus kerjanya tapi terdapat komponen tambahan yang menopang siklus kerja dari mesin empat langkah,mesin empat langkah dewasa ini sering digunakan untuk kendaraan baru karena dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan. Pada artikel ini kita akan fokuskan untuk membahas mesin bensin empat langkah dengan prinsip kerja / siklus kerja sebagai berikut :
          Langkah Hisap
Pada tahap ini piston bergerak dari TMA (atas) ke TMB (titik mati bawah), katup hisap terbuka dan katup buang tertutup, sehingga piston melakukan kerja hisap terhadap udara dan bahan bakar di ruang inlet.
          Langkah Kompresi
Pada tahap ini piston bergerak dari TMB ke TMA dengan posisi katup IN tertutup dan katup EX tertutup sehingga menciptakan batasan ruang pada campuran udara dan bahan bakar dan terjadi proses kompresi (penaikan tekanan) diikuti dengan naiknya TEMP udara.
          Langkah Usaha
Pada titik akhir Campuran udara dan bahan bakar yang telah di kompresi dan piston akan mencapai TMA dengan katup IN dan EX tertutup, terjadi loncatan bunga api/percikan listrik dari busi akibat system pengapian sehingga piston akan terdorong akibat reaksi pembakaran campuran udara / AFR (air fuel ratio) dengan percikan listrik dan meciptakan tenaga (gaya dorong) sebagai output mesin.
          Langkah Pembuangan
Pada tahap ini piston bergerak dari TMB Ke TMA dengan posisi katup IN tertutup dan katup EX terbuka, psiton akan mendorong gas buang hasil pembakaran ke saluran Exhaust untuk dikeluarkan ke lingkungan dengan melewati beberapa proses penyaringan sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan.
Siklus kerja mesin 4 langkah


  • .       Komponen Utama Mesin Bensin
          Piston
Torak (piston) berfungsi untuk memindahkan tenaga yang diperoleh dari hasil pembakaran ke poros engkol. Pada piston terdapat komponen-komponen pelengkapnya, yaitu :
a.       Batang penghubung (connecting rod untuk menghubungkan piston dengan poros engkol.
b.      Pena torak (piston pin), untuk mengikat piston dengan batang penghubung melalui lubang bushing
c.       Cincin torak (ring piston), berfungsi membentuk perapat yang kedap terhadap kebocoran gas antara celah torak dan silinder,sekaligus mengatur pelumasan torak dan dinding silinder. Cincin torak terdiri atas cincin kompresi dan cincin pelumas.
Hasil gambar untuk piston

          Crankshaft
Poros engkol (crank shaft), berfungsi mengubah gerak bolak-balik torak menjadi gerak putar yang selanjutnya digunakan untuk memutarkan roda. Poros engkol dilengkapi bantalan-bantaIan yang berfungsi menghindari gesekan-gesekan yang terjadi antara poros engkol dengan bagian-bagian yang berputar lainnya. Bagian poros engkol yang menumpu torak disisipi bantalan luncur yang disebut metal jalan, sedangkan bagian poros engkol yang menopang pada blok mesin disisipi bantalan luncur yang disebut metal duduk.
Hasil gambar untuk crankshaft

          Flywheel / Roda Gila
Roda gila atau roda penerus, berfungsi menerima sebagian tenaga yang diperoleh dari langkah kerja dan memberikan tenaga kepada langkah-langkah lainnya. Di bagian luar roda gila dipasang roda gigi cincin (ring gear),
Roda gigi ini digunakan untuk berkaitan dengan roda gigi pinion pada motor starter pada saat mesin akan dihidupkan.
Hasil gambar untuk flywheel






Referensi : Wikipedia
https://mechanics.stackexchange.com/questions/40792/what-is-crankshaft-grinding-and-why-is-it-done
http://heryanaurban.blogspot.com/2015/08/siklus-4-langkah-dan-2-langkah-pada.html
https://www.otomotif.web.id/prinsip-kerja-mesin-bensin-a31.html