Selasa, 27 Agustus 2019

Mesin Gasoline


Mesin bensin / gasoline atau mesin Otto dari Nikolaus Otto adalah sebuah tipe mesin pembakaran dalam yang menggunakan nyala busi untuk proses pembakaran, dirancang untuk menggunakan bahan bakar bensin atau yang sejenis.  Mesin bensin memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1.           Konstruksi yang lebih ringan dari pada mesin diesel
  2.          Menggunakan komponen busi sebagai system penyalaan
  3.        Digunakan untuk kendaraan kecil hingga menengah
  4.           Output torsi yang lebih kecil dari pada mesin diesel
  5.          RPM output mesin lebih tinggi dari pada mesin diesel

  •  PRINSIP KERJA MESIN BENSIN
Mesin otomotif sendiri terbagi menjadi dua berdasarkan prinsip kerjanya, yaitu mesin dua langkah dan mesin empat langkah. Yang membedakan tentu proses kerjanya dimana mesin dua langkah membutuhkan dua langkah kerja untuk menghasilkan tenaga dalam satu siklus kerja sedangkan mesin empat langkah membutuhkan empat langkah untuk menghasilkan tenaga dalam satu siklus kerja. Mesin bensin terdapat dua jenis yaitu mesin dua tak/langkah dan mesin empat langkah. Mesin dua langkah sendiri merupakan mesin generasi awal dimana membutuhkan pelumas tambahan dalam proses kerja dan sudah sangat jarang digunakan atau hanya digunakan dalam perhelatan kompetisi saja. Mesin empat langkah merupakan mesin generasi penerus dari dua langkah dimana sudah tidak lagi membutuhkan pelumas tambahan dalam siklus kerjanya tapi terdapat komponen tambahan yang menopang siklus kerja dari mesin empat langkah,mesin empat langkah dewasa ini sering digunakan untuk kendaraan baru karena dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan. Pada artikel ini kita akan fokuskan untuk membahas mesin bensin empat langkah dengan prinsip kerja / siklus kerja sebagai berikut :
          Langkah Hisap
Pada tahap ini piston bergerak dari TMA (atas) ke TMB (titik mati bawah), katup hisap terbuka dan katup buang tertutup, sehingga piston melakukan kerja hisap terhadap udara dan bahan bakar di ruang inlet.
          Langkah Kompresi
Pada tahap ini piston bergerak dari TMB ke TMA dengan posisi katup IN tertutup dan katup EX tertutup sehingga menciptakan batasan ruang pada campuran udara dan bahan bakar dan terjadi proses kompresi (penaikan tekanan) diikuti dengan naiknya TEMP udara.
          Langkah Usaha
Pada titik akhir Campuran udara dan bahan bakar yang telah di kompresi dan piston akan mencapai TMA dengan katup IN dan EX tertutup, terjadi loncatan bunga api/percikan listrik dari busi akibat system pengapian sehingga piston akan terdorong akibat reaksi pembakaran campuran udara / AFR (air fuel ratio) dengan percikan listrik dan meciptakan tenaga (gaya dorong) sebagai output mesin.
          Langkah Pembuangan
Pada tahap ini piston bergerak dari TMB Ke TMA dengan posisi katup IN tertutup dan katup EX terbuka, psiton akan mendorong gas buang hasil pembakaran ke saluran Exhaust untuk dikeluarkan ke lingkungan dengan melewati beberapa proses penyaringan sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan.
Siklus kerja mesin 4 langkah


  • .       Komponen Utama Mesin Bensin
          Piston
Torak (piston) berfungsi untuk memindahkan tenaga yang diperoleh dari hasil pembakaran ke poros engkol. Pada piston terdapat komponen-komponen pelengkapnya, yaitu :
a.       Batang penghubung (connecting rod untuk menghubungkan piston dengan poros engkol.
b.      Pena torak (piston pin), untuk mengikat piston dengan batang penghubung melalui lubang bushing
c.       Cincin torak (ring piston), berfungsi membentuk perapat yang kedap terhadap kebocoran gas antara celah torak dan silinder,sekaligus mengatur pelumasan torak dan dinding silinder. Cincin torak terdiri atas cincin kompresi dan cincin pelumas.
Hasil gambar untuk piston

          Crankshaft
Poros engkol (crank shaft), berfungsi mengubah gerak bolak-balik torak menjadi gerak putar yang selanjutnya digunakan untuk memutarkan roda. Poros engkol dilengkapi bantalan-bantaIan yang berfungsi menghindari gesekan-gesekan yang terjadi antara poros engkol dengan bagian-bagian yang berputar lainnya. Bagian poros engkol yang menumpu torak disisipi bantalan luncur yang disebut metal jalan, sedangkan bagian poros engkol yang menopang pada blok mesin disisipi bantalan luncur yang disebut metal duduk.
Hasil gambar untuk crankshaft

          Flywheel / Roda Gila
Roda gila atau roda penerus, berfungsi menerima sebagian tenaga yang diperoleh dari langkah kerja dan memberikan tenaga kepada langkah-langkah lainnya. Di bagian luar roda gila dipasang roda gigi cincin (ring gear),
Roda gigi ini digunakan untuk berkaitan dengan roda gigi pinion pada motor starter pada saat mesin akan dihidupkan.
Hasil gambar untuk flywheel






Referensi : Wikipedia
https://mechanics.stackexchange.com/questions/40792/what-is-crankshaft-grinding-and-why-is-it-done
http://heryanaurban.blogspot.com/2015/08/siklus-4-langkah-dan-2-langkah-pada.html
https://www.otomotif.web.id/prinsip-kerja-mesin-bensin-a31.html





Tidak ada komentar:

Posting Komentar